Rabu, 04 Maret 2009

Mazmur

Memandang Pada Satu Arah
Mazmur 1 : 1-6

Seorang raja hanya memiliki seorang anak laki-laki. Tapi ternyata anak tersebut sangat nakal sekali. Dan ayahnya memberikan suatu pelajaran kepadanya,"kamu kuberi gayung berisi air, bawalah gayung tersebut keliling kota tanpa ada sedikitpun air yang tumpah dan akan ada orang yang mengawalmu untuk melihat jika air tunpah walaupun sangat sedikit, maka akmu akan mendapatkan pukulan.

Kemudian anak tersebut berjalan kaki keliling kota sambil membawa gayung. Setelah beberapa waktu anak itu kembali ke rumah. Kata sang ayah,"Bagaimana anakku, apakah kamu berhasil melaksanakan tugasmu?" jawab anak itu,"ya ayah, aku berhasil . . " Sang ayahpun bertanya lagi, " menurutmu apa yang membuat kamu berhasil?" kata anak tersebut,"karena aku mengarahkan opandangan dan perhatianku pada satu titik yaitu air dan gayung."

"Tahukah anakku, seandainya engkau selalu mengarahkan pandanganmu pada perintah Tuhan atau firmanNYa, maka apapun yang kamu perbuat menjadi berhasil, karena di dalam firman Tuhan itu banyak nasehat, pengajaran yang membuat orang menjadi pandai dan bijaksana."




Doa Seorang Anak Kecil
Mazmur 3 : 1-7


Setiap hari seorang anak diajarkan berdoa saat menjelang tidur oleh mamanya. Doa anak tersebut,"lindungi istrirahatku malam ini." karena doa itu diulang-ulang diajarkan akhirnya anak itu hafal luar kepala.

Pada suatu hari, saat ia sedang bermain di halaman rumah, seekor anjing mendekatiny. Mata anjing itu menatap tajam dan lidahnya menjulur-julur membuatnya ketakutan. Ia lalu teringat akan doa yang diajarkan mamanya,"Tuhan lindungilah istrirahatku malam ini." Doa anak itu berulang-ulang, akhirnya Tuhan mendengarkan doa anak tersebut dan anjingpun pergi meninggalkannya.

Walaupun doa anak itu salah tapi Tuhan melihat kesungguhan hati anak tersebut dan yakin bahwa Tuhan adalah perisai yang melindunginnya.




Tujuh Buah Lilin
Mazmur 6 : 10


Hampit tiap hari Rahel menyaksikan pertengkaran orangtuanya. rahel berusia 7 th selalu menangis dan masuk kekamarnya.
Sebatang lilin kembali dinyalakan. Disampingnya tampak 6 batang yang telah habis. Rahel memiliki kebiasaan menyalakan lilin jika orangtuanya bertengkar dan dipadamkan jika berbaikan.
"berarti malam ini papa mama telah tujuh kali bertengkar." bisiknya dalam hati. Kemudian Rahel berlutut di samping tempat tidurnya dan berdoa, "Tuhan ampunilah papa mama, sadarkanlah mereka agar hidup rukun. Rahel mencintai mama papa dan tidak ingin lagi mereka bertengkar, 7 lilin telah kunyalakan berarti sudah 7x papa mama bertengkar."

Tanpa disadari 2 pasang mata mengawasi Rahel yang sedang berdoa. Papa mama Rahel tidak kuasa menahan haru dan berlari memeluknya. Dan Rahelpun bahagia karena doanya telah dijawab. Doa yang dilakukan dengan tekun dan sungguh-sungguh akan membuahkan hasil yang baik.




Abi dan Abu
Mazmur 11 : 4-7


Seorang raja mempunyai 2 pengawal, Ubi dan Abu. Suatu ghari sang raja kehilangan piring emasnya. Dan saat kejadian tersebut Ubi dan Abu berada didalam istana. Raja sangat kecewa karena selama ini rajasangat percaya kepada Ubi dan Abu.

"Hai pengawalku, saat ini jika kalian tidak yang mengaku siapa yang telah mengambil piring emasku, aku akan menguji kalian untuk mengetahui siapa yang telah mencurinya." Kata Abu dan Ubi "kami siap untuk diuji."

Akhirnya sang raja membawa mereka kedalam kandang kuda " hai pengawalku, masuklah kalian satu per satu lalu peganglah ekor kuda ini, jika kamu mencuri maka kuda itu akan meringkik." Lalu masuklah Ubi dan tidak terdengar suara ringkikan dan setelah itu Abupum masuk juga tidak terdengar ringkikan. Perintah sang raja"hai pengawalku, ulurkan tangan kalian!" dan kata sang raja lagi," Abu kenapa kamu mencuri piring emasku?" Jawab Abu"saya tidak mencurinya darimana tuanku raja yakin kalau aku yang mengambilnya?" Kata raja"Lihatlah tanganmu tidak berminyak berarti kamu tidak memegang ekor kuda itu, karena aku telah memberikan minyak pada ekor kuda tersebut."

Demikian juga Tuhan menguji orang yang benar dan jahat. Dan Tuhan akan menghukum orang yang jahat dan memberkati orang yang benar, karena Tuhan itu adil.




Janji Sang Raja
Mazmur 12 : 7-9


Di sebuah hutan srdang terjadi pemilihan raja. Kata serigala dengansombongnya,"pilihlah aku, karena aku kuat dan perkasa, aku akan hancurkan semua musuh yang akan masuk ke hutan ini!" Lalu datang kelinci"pilihlah aku, aku akan membuat suasana hutan ini menjadi damai dan tidak ada keributan!." lalu datang singa"tiadak adar seekorpun yang dapat menandingi kekuatanku, akulah yang pantas jadi raja." kemudian datang rajawali," jika aku terpilih, aku akan memberikan segala yang terbaik buat rakyat di hutan ini."

Akhirnya pemilihan ditunda, menjelang malam datanglah segerombolan binatang buas masuk ke hutan tsb merusak dan memakan binatang yang kecil dan lemah.
Namun setelah binatang buas itu pergi, semua binatang di hutan tersebut kebingungan mencari anak-anaknya. Lalu datanglah rajawali," Hai sobat-sobatku, anakku aman bersamaku, aku telah menyembunyikan mereka didalam gua." Lalu setelah kejadian tersebut semua rakyat dihutan tsb memilih rajawali sbg raja karena telah menepati janjinya

Janji Tuhan melebihi dari semua janji yang ada di bumi, janji yang murni dan Tuhan selalu menepatinya. Karena janjiNya seperti fajar pagi hari yang tiada pernah terlambat bersinar.


Si hidung panjang
Mazmur 15 : 1-7

Ada seorang anak yang mempunyai kebiasaan berbohong. Suatu hari, anak tersebut sedang berjalan di pinngir hutan. Tiba-tiba matanya tertuj pada seorang kakek yang bersandar di pohon. Anak-anak itu segera datang mendekatinya.

"Hai anak muda, apa yang sedang kamu lakukan?" Kata sang kakek itu, "aku sedang memeriksa hutan karena ini adalah milik ayahku." Ia mulai membual,"ah kalau begitu ayahmu pasti seorang yang kaya?"

"tapi pasti ayahmu tidak mempunyai benda seperti ini." Kata kakek sambil mengeluarkan jeruk emas, "Wah buah jeruk emas pasti rasanya enak sekali. Boleh aku mencicipinya?" . . " silahkan, silahkan makan."

Sesampai di rumah ia membual lagi kepada orang tuanya, "Di hutan aku menemukan pohon jeruk emas. Biji buahnya telah kutanam di hutan." Setelah selesai cerita anak itu terkejutkarena hidungnya bertambah panjang. " Hai mengapa hidungmu bertambah panjang?" Kata sang ayah.
"ah itu hanya permainan sulap dariku." dan hidung anak itu makin panjang lagi. Demikian setiap berbohong hidung anak tsb menjadi panjang.

Suatu malam ia bermimpi bertemu dengan kakek yang dijumpainya di pinggir hutan. Kata sang kakek "hidungmu akan bertambah panjang jika kamu berbohong, dan hidungmu akan bertambah pendek jika kamu mengakui kesalahanmu.

Jadi siapapun yang hidupnya selalu sopan, jujur, baik hati, tidak suka bergosip, tidak suka marah, murah hati pasti Tuhan akan menyayangi kita dan selalu menyertai kehidupan kita.


Sebuah Lambaian
Mazmur 20 : 1-10

Di dermaga, ada seorang anak bersama dengan seorang kakek yang tidak dikenalnya duduk berdampingan.
Sambil melihat kapal yang hilir mudik anak tsb memainkan serulingnya. Tapi, tiba-tiba anak itu berdiri dan membuka pakaiannya dan sambil melompat-lompat, ia melambaikan pakaiannya ke arah sebuah kapal.
Kakek itu heran dan bertanya, " hai apa yang sedang kau lakukan, mana mungkin kapal itu akan menghampirimu." kata sang kakek. tapi ternyata kapal itu makin lama makin mendekat, lalu kata anak itu,"tahukah kakek kalau nahkoda kapal itu adalah ayahku, makanya ia menjawab lambaianku."

Tuhan akan membalas doa kita karena Tuhan mengenal kita dengan baik sebagai anak-anak yang dikasihinya.



Sebuah pengakuan
Mazmur 32 : 1-5

Seorang raja mengunjungi penjara istana dan bertanya kepada orang-orang yang ditawan disana. Kata sang raja," mengapa kamu di tawan?" Jawab tawanan tsb, "sebenarnya saya tidak bersalah tetapi hakim tidak adil dan bijaksana." tawanan lain "saya difitnah, saya tidak melakukan kesalahan ." hampir seluruh tawanan mengatakan bahwa mereka tidak bersalah, namun kata tawanan yang terakhir,"saya memang patut dihukum karena saya telah berbuat kesalahan."
Raja melihat tawanan tsb dengan penuh perhatian dan akhirnya berkata,"jika demikian, kamu tidak pantas berada di tengah orang-orang yang tidak bersalah ini." Saat itu juga sang raja membebaskan tawanan tsb karena ia mau mengakui kesalahannya.
Kita adalah orang berdosa, namun jika kita mengakui kesalahan atas dosa kita, mkaa tuhan akan mengampuni kita.



Katak yang sombong
Mazmur 52 : 1-11

Di sebuah danau hiduplah sekelompok binatang yang menggantungkan hidupnya dari danau tsb. Tetapi pada suatu saat, bencana kekeringan melanda daerah tsb sehingga air danau menjadi kering. Banyak binatang yang mati. Akhirnya mereka bermusyarawah, mencari jalan keluarnya. Sang katak yang sombong melontarkan sebuah usul,"teman-teman bagaimana jika kita pindah dari neraka ini . . !" Bagaimana caranya ?. . . Jawab katak itu,"kita kan minta bantuan bangau-bangau untuk membawa kita menuju daerah yang lebih subur. Aku akan meminta bangau mencengkram sebatang kayu. sementara itu, kita akan menginggit kayu tsb."
Demikianlah binatang-binatang tsb bergantungan melintasi langit, banyak orang menyaksikan kejadian tsb berdecak kagum."bukan main, siapa yang memiliki ide spt itu?" Mendengar pujian itu sifat asli katak yang sombong itu muncul , "aku . . . aku. . ." begitu ia berbicara , lepas gigitannya sehingga tubuhnya jatuh meluncur ke tanah.
Demikianlah orang yang jahat dan selalu sombong tidak akan mendapatkan keuntungan tetapi akan mendapat hukuman malapetaka.


Rindu akan Tuhan
Mazmur 63:1-9

Di hutan, terlihat binatang-binatang asyik menikmati rerumputan hijau. Beberapa ekor saja yang menyusuri padang pasir. Saat musim kemarau tiba, binatang-binatang banyak kehausan dan menantikan datang hujan, tapi sekelompok rusa selalu berusaha sekuat tenaga mencari dengan sabar untuk menemukan air jernih atau sungai di kaki bukit.
Suatu ingatan yang tajam bagi rusa, apabila pernah melintasi suatu daerah yang terdapat air jernihnya, pasti akan mudah diingat kembali, maka sekelompok rusa tsb akan selalu berusaha datang ke tempat tsb sehingga rusa-rusa tsb mendapatkan kekuatan lagi.

Demikianlah juga bagi setiap anak Tuhan yang selalu rindu untuk belajar dan mendengarkan firman Tuhan dan melaksanakannya pasti Tuhan akan memberikan sukacita, kekuatan, damai, kebahagiaan



Lentera di tengah salju
Mazmur 62 : 6-9

Alkisah ada seorang tuan tanah yang kaya raya dan ia mempunyai hanba yang sangat setia tapi miskin sekali. Pada suatu musim salju, tuan tanah memanggil hambanya, katanya"aku akan memberikan setengah dari kekayaan jika kamu dapat bertahan duduk ditengah salju semalaman." Karena permintaan tuannya terlalu berat maka hambanya pergi menemui orangtua yang bijaksana. Kata orang tua itu," kamu harus meletakkan sebuah lentera di tengah salju tidak jauh dari tempatmu duduk. Pusatkan pandangan dan perhatiaanmu pada api lentera itu sampai kehangatan api itu kamu dapat rasakan!"
Pada malam yang telah ditetapkan, hamba itu duduk ditengah salju. Udara begitu dingin, tetapi dengan sekuat tenaga hamba itu mencoba untuk bertahan lalu sesuai dengan perkataan orangtua yang bijaksana hamba tsb, memusatkan perhatiaan pada api lentera tsb.
Akhirnya dengan memusatkan pandangan dan perhatian pada api lentera itu ia dapat merasakan kehangatan, dam hamba itu dapat duduk sampai pagi. Akhirnya hamba tsb mendapatkan setengah dari harta kekayaan tuannya.

Jadi jika kita mendekatkan diri pada Allah dengan mengarahkan dan memusatkan hati kita padaNya maka kita akan merasa tenang, mendapatkan kekuatan dan perlindungan.


Suara Emas
mazmur 84 : 8-13

Alkisah di sebuah hutan telah ditemukan seekor burung dengan suara emasnya, sehingga banyak penduduk desa yang mengunjungi hutan itu hanya ingin mendengarkan suara emas burung tsb.
Saat hari minggu tiba, dimana penduduk biasanya pergi ke gereja namun saat itu gereja menjadi kosong hanya beberapa orang saja, karena banyak orang memilih pergi ke hutan itu.
1 jam . . . 2 jam . . mereka asyik mendengarkan suara emas burung tsb, dan tanpa mereka sadari datang segerombolan binatang buas mendekati mereka dan binatang buas tsb menerkam dan memangsa semua orang yang ada di dalam hutan itu. Dan saat itu yang selamat hanyalah orang yang berada di dalam gereja

Lebih baik satu hari dipelataranku daripada seribu hari di tempat lain. Jadi lebih baik kita ke gereja mendengarkan firmanTuhan daripada ke tempat lain, karena di dalam baitNya kita mendapatkan sukacita , kedamaian saat mendengarkan firmanNya.


Gua yang Sombong
Mazmur 92 : 6-16

Sebuah gua bersikap sombong karena menganggap dirinya mampu menggelapkan siapa saja yang masuk ke dalamnya. Ia merasa lebih hebat dari siapa saja yang masuk ke dalamnya. Hanya satu saja yang belum dikalahkan yaitu matahari. Oleh karena itu, gua menantang matahari " hai matahari, beranikah kamu datang padaku? aku akan melenyapkan sinarmu dan menjadikanmu gelap gulita." tantang gua itu kepada matahari. Matahari tidak menjawab. Ia hanya tersenyum sambil berjalan mendekayi gua. Apa yang terjadi??? Gua yang sombong itu kewalahan menahan sinar matahari. Akhirnya bukan gua yang menggelapkan, sebaliknya matahari yang membuat gua gelap itu menjadi terang benderang.
Seperti matahari, demikian Tuhan mengetahui rencana dan perbuatan orang-orang yang berniat jahat dan Tuhan pasti akan menghukumnya.



DOMBA YANG PATAH KAKI
Mazmur 116 : 5-9

Ada seorang gembala yang memiliki banyak domba, Gembala tsb membawa dombanya ke padang rumput dan menjaga mereka supaya tidak ada yang hilang atau diterkam binatang buas.
Namun ada domba kecil yang nakal, domba tsb mulai berlari-lari semakin jauh dan sampailah di sebuah jurang. ia hampir jatuh ke dalam jurang " Mbeeek . . . .!"
Mendengar suara dombanya, gembala segera mencari dan menolong domba tsb. Ketika menemukannya sang gembala memeluknya dan membawanya kembali. Tak beberapa lama. domba itu kembali lari dan tersangkut di semak duri, " Mbeeek . . .!" Gembala kembali menolongnya
"kamu nakal sekali, aku harus melakukan sesuatu agar kamu tinggal dekat aku dan tidak melarikan diri lagi." Akhirnya dengan terpaksa gembala mematahkan kaki domba kecil tsb. Setelah itu, domba kecil itu susah berjalan dan sang gembala menggendongnya dan membelainya sambil memberikan makanan.
"mengapa kamu mematahkan kaki domba kecil itu, kasihan dia menderita . . ."
" aku lakukan ini agar selalu dekat denganku dan tidak melarikan lagi, lebih baik patah kaki, tetapi dia tetap bersamaku, ia berlari menjauh dariku tapi menghadapi berbagai bahaya."
Demikian juga Allah itu pengasih, Allah memelihara orang yang lemah dan menjaga hidup kita dan menyelematkan kita dari maut.




Tuhan itu baik
Mazmur 121 : 1-8


Ada 2 orang sedang mengadakan perjalanan, satu diantara mereka mengenal Tuhan dan sangat mengasihinya sedangkan yang lain tidak percaya Tuhan. mereka membawa seekor keledai sebagai pembawa beban, seekor ayam untuk membangunkan mereka dan obor untuk menerangi jalan.
Suatu hari mereka sampailah di sebuah desa tapi tak ada satupun penduduk yang membukakan pintu. Akhirnya mereka sampailah di sebuah hutan dan beristirahat di hutan tsb.
"saya pikir Tuhanmu itu baik, tetapi lihatlah tak seorangpun menerima kita" kata seorang yang tidak percaya Tuhan. Lalu jawab temannya,"Aku yakin Tuhan menyediakan tempat ini bagi kita."
Sebelum tidur mereka mengikat keledai dan ayam pada sebuah pohon. sedangkan obor dipasang di akar pohon besar tempat mereka tidur. Tiba-tiba , terdengar suara auman singa dan ringkikan keledai.
Singa itu telah menerkamnya " tukah kebaikan Tuhanmu." . . . " benar Tuhan itu baik, jika tidak ada keledai pasti kitalah yang akan dimakannya."
Beberapa saat kemudiaan, terdengar suara ayam ribut, seekor kucing hitam menerkam ayam tsb
"aku tidak mengerti dengan kebaikan Tuhanmu" . . . . jawab temannya" Tuhan itu baik jeritan ayam itu menyelamatkan kita."
Dalam suasana dingin dan tegang, tiba-tiba angin bertiup kencang adan obor itu mati. Suasana menjadi gelap dan mereka terpaksa tidur di atas pohon. " apalagi yang akan kamu ceritakan tentang kebaikan Tuhanmu . ." Pagi hari berikutnya, kedua orang tsb menuju ke desa yang baru saja mereka lewati. Namun suasana sepi, rupanya segerombolan perampok telah menjarah desa.
"Tuhan itu baik, ia tidak mengijinkan kita tidur di desa ini supaya kita selamat, dan obor itu mati sehingga para perampok tidak mengetahui tempat istirahat kita, Jelaslah bahwa Tihan itu baik."




Pohon jati yang sombong
Mazmur 131 : 1-3

Di hutan ada sebatang pohon yang sombong. Pohon itu merasa paling kuat dan dibutuhkan dibandingkan dengan pohon yang lain. Rumput yang ada di dekatnya selalu menjadi bahan ejekan.
"hai rumput, apa yang bisa kamu lakukan dengan tubuhmu yang pendek dan lemah itu. Lihatlah aku yang kuat dan kokoh, jika telah diolah, aku tentu akan menjadi benda yang beharga dan berada di tempat terhomat."
Diejek seperti itu, rumput hanya diam saja. Suatu hari, hujan dan badai melanda hutan itu. Angin bertiup dengan kencang hingga merobohkan pohon-pohon besar. termasuk pohon jati yang sombong.

Bagaiman dengan rumput kecil yang sering dihina!
Rumput tetap berdiri kokoh dengan akar yang tak teercabut dari tanah. Jadi jangalah kita sombong dengan kelebihan kita. Bersikap rendah hati menunjukan tindakan yang bijaksana dalam pengharapan kepada Tuhan.


Kisah anak elang
Mazmur 139 : 7-14

Seekor burung elang mempunyai anak, mereka bersarang di tebing gunung yang sangat tinggi. Ketika tiba saatnya, sang induk ingin mengajarkan mereka terbang. Tapi sang anak kelihatan begitu ketakutan.
Sang induk terus menyakinkannya. hati sang anak menjadi tenang saat melihat induknya tersenyum.
satu langkah . . dua langkah . . anak tsb mulai melangkah secara perlahan. Sauap yang belum cukup kuat itu mengepak-epak. Tubuhnya meluncur dan sang induk mengikuti di sisinya. Saat tenaga anak tsb mulai habis, sang induk mendukungnya dan mengangkatnya kembali ke sarang. Anak itu berulang-ulang belajar terbang hingga akhirnya dapat terbang dengan gagahnya. Ia memiliki keyakinan bahwa sang induk tidak akan meninggalkannya.
Demikia juga Tuhan selalu menyertai kemanapun kita berada dan melindungi kita dari bahaya. Jika kita tetap selalu di dekatnya












Tidak ada komentar:

Poskan Komentar